Minggu, 17 April 2016

#1. Anak adalah cerminan siapa kita (baca:orang tua)

Antara Anak dan Orang tua...


Saya sering sekali melihat dan bahkan mendengar bahwa anak adalah cerminan orang tua. Entah itu benar, ataupun kebetulan, tapi yang pasti berdasarkan pengalaman saya, hal itu benar adanya.


Entah awalnya darimana, tapi yang pasti pada akhirnya saya menjadi sangat tertarik untuk membahas ini.
Anak adalah anugerah yang sangat indah yang Tuhan berikan kepada makhluk pilihannya. Apa dan bagaimana anak kedepannya tergantung bagaimana kita mendidiknya. Apakah itu dengan memperkenalkan anak dengan pendidikan agama sedini mungkin ataupun seperti orang kebanyakan, anak sudah dimasukkan kesekolah padahal belum tiba waktunya. Tetapi orang tua selalu beralasan bahwa ini yang terbaik untuk anaknya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, diantaranya:

a. Keluarga
sebagai kumpulan orang-orang terdekat yang pastinya berinteraksi lebih sering dengan si anak, tentunya keluarga merupakan kunci dari perkembangan anak. Seperti judul yang tertera diatas, bahwa anak adalah cerminan orang tua, itu mutlak benar adanya. Karena anak terlahir dengan kemampuan untuk meniru perilaku orang tuanya. Bukan satu keanehan apabila sang ayah senang berkata kasar, maka anak pun akan mengikuti hal yang sama. Atau ketika si ibu hobinya marah-marah dengan membanting barang- barang yang ada didekatnya, maka sang anak pun akan meniru itu juga. Dan yang paling sering saya temui adalah anak-anak pendiam dengan emosi terpendam yang bisa meledak kapanpun. Setelah saya amati rata-rata mereka seperti itu dikarenakan orang tua melibatkan yang nya kekerasan dalam mendidik anak. Contohnya, ketika si anak melakukan kesalahan sang ayah selalu menampar atau memukul bagian tubuh anak dengan menggunakan ikat pinggang, raket bahkan sapu. AllahuAkbar..
Jadi wahai orang tua diluar sana, ketika mengahadapi anak, posisikanlah diri kita seumuran mereka, belajarlah untuk memahami dunia mereka karena bukan kekerasan yang bisa mendamaikan jiwa mereka tetapi hanya cinta dan kasih sayang orang tuanya. Subhanallah...

b. Lingkungan
dari persentase 100%, lingkungan setidaknya berperan 25% saja untuk perkembangan anak. Bagaimanapun sebuah lingkungan tertentu kalo dikeluarga sudah terpasang pondasi yang sangat kuat maka lingkungan tidak akan memberikan dampak apa-apa terhadap perkbangan anak. Semoga begitu.

c. Diri pribadi anak
banyak anak ingin menunjukkan keegoisan pribadinya dengan cara melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Misalnya, biar diperhatikan orangtuanya,anak sering bolos sekolah atau tidak mengerjakan tugas-tugasnya. Sehingga pada akhirnya orang tua pun harus dipanggil kesekolah. Kalo dteliti lebih lanjut,anak hanya ingin membuktikan kalo dirinya setidaknya masih disayangi oleh orang tuanya.

Lalu, bagaimana dengan kita para orang tua senior atuapun junior, seperti apa kita akan membentuk anak-anak kita kedepannya?
Pikirkan, pertimbangkan, aplikasikan..
Ingat,anak adalah cerminan kita, bagaimana kita mendidiknya adalah cerminan masa depannya.

👌 amelia azfar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar