Bunda percaya tidak kalo terkadang kita sering men"cipta" anak? Ato mungkin bunda pernah membuat anak terjebak pada pilihan yang bunda tentukan? Ato bunda sering membuat anak harus ngikutin kemauan bunda?
Nah, contoh-contoh diatas merupakan beberapa dari sekian banyak kebiasaan orang tua yang hobi memaksa anak menjadi apa yang mereka inginkan.
Ada yang terobsesi menjadi dokter dulunya, tapi karena ga kesampaian para orang tua jadi berpikir kelak anaknya harus Ada yang jadi dokter. Ato orang tua yang hobi nonton drama Korea mpe ga ngijinin anaknya nonton yang lain alias harus ikut-ikutan suka drama Korea juga (sumpah, ini beneran ada lho).
Taukah bunda, anak kita mempunyai duniax sendiri lho. Mereka juga punya mimpi, bayangan dan imajinasi akan sesuatu. Biarkan mereka mencari comfort zonex mereka sendiri, nah kita sebagai orang tua berperan mendampingi mereka aja. Biarkan mereka berkembang sesuai dengan apa yang mereka bayangkan, arahkan saja mereka ke arah mana yang mereka inginkan. Mereka punya hak atas hidupnya lho bund.. Hidupnya adalah mutlak miliknya.
Mari Ayah Bunda, kita belajar untuk membedakan mana yang merupakan obsesi kita, mana yang bimbingan, dan mana yang merupakan arahan kita untuk anak.
Ingatlah bunda, anak bukanlah "boneka" kita yang bisa kita gunakan untuk menuruti semua kemauan kita karena mereka terlahir lengkap dengan dunia dan mimpinya sendiri.
Semoga kita bukanlah salah satu dari sekian banyak orang tua yang seperti itu. Amin
👌 amelia azfar
Ada yang terobsesi menjadi dokter dulunya, tapi karena ga kesampaian para orang tua jadi berpikir kelak anaknya harus Ada yang jadi dokter. Ato orang tua yang hobi nonton drama Korea mpe ga ngijinin anaknya nonton yang lain alias harus ikut-ikutan suka drama Korea juga (sumpah, ini beneran ada lho).
Taukah bunda, anak kita mempunyai duniax sendiri lho. Mereka juga punya mimpi, bayangan dan imajinasi akan sesuatu. Biarkan mereka mencari comfort zonex mereka sendiri, nah kita sebagai orang tua berperan mendampingi mereka aja. Biarkan mereka berkembang sesuai dengan apa yang mereka bayangkan, arahkan saja mereka ke arah mana yang mereka inginkan. Mereka punya hak atas hidupnya lho bund.. Hidupnya adalah mutlak miliknya.
Mari Ayah Bunda, kita belajar untuk membedakan mana yang merupakan obsesi kita, mana yang bimbingan, dan mana yang merupakan arahan kita untuk anak.
Ingatlah bunda, anak bukanlah "boneka" kita yang bisa kita gunakan untuk menuruti semua kemauan kita karena mereka terlahir lengkap dengan dunia dan mimpinya sendiri.
Semoga kita bukanlah salah satu dari sekian banyak orang tua yang seperti itu. Amin
👌 amelia azfar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar